Kalender Saya

Kalender Saya

Jumat, 26 Desember 2014

Gangguan Makan

Gangguan  makan merupakan masalah kesehatan yang sering dianggap bukan suatu masalah yang penting. Padahal, gangguan makan pada diri seseorang harus diatasi. Gangguan makan merupakan masalah kesehatan pada remaja muda (adolescence) dan merupakan respon merusak diri sendiri secara tidak langsung.
Makan adalah kebutuhan manusia untuk bertahan hidup. Manusia perlu melakukannya dengan benar agar tetap sehat. Sebagian besar dari kita mengatasi gangguan makan dengan santai karena terlihat tidak fatal,  namun gangguan ini cukup serius sebagaimana penyakit psikosomatis lainnya.
Ada beberapa jenis gangguan makan yang pada akhirnya menyebabkan masalah kesehatan yang serius, seperti obesitas, masalah lambung, tekanan darah rendah, dan sebagainya. Seringkali remaja menderita gangguan makan selama bertahun-tahun dan bahkan tidak menyadarinya. Berikut beberapa jenis gangguan makan yang paling sering dialami, sebagaimana di lansir Boldsky :

1.     Bulimia nervosa
Ini merupakan gangguan makan yang membuat penderita berpesta pada makanan-makanan, lalu setelahnya penderita segera mengeluarkan makanan tersebut dengan berbagai cara. Penderita  bisa saja memuntahkan makanan-makanan tersebut karena merasa berdosa telah menyantap makanan-makanan yang dikonsumsi. Ini merupakan prinsip dosa dan pembersihan









2.     Anorexia

Anorexia merupakan gangguan makan yang seringkali terjadi pada gadis remaja. Mereka seringkali terobsesi memiliki tubuh yang ramping bagaikan model fashion sehingga dia selalu menolak mengasup berbagai macam makanan. Singkat kata, mereka terlalu takut untuk menjadi gemuk. Penderita anorexia seringkali olahraga berlebihan, menghilangkan banyak kalori dan membiarkan diri mereka kelaparan. Banyak remaja menderita anorexia dan akhirnya merusak sistem pencernaan mereka.

3.     Gangguan makan kompulsif

Penderita  gangguan kompulsif tidak bisa berhenti makan. Dengan kata lain, penderita memiliki kecanduan makanan, bahkan ketika tidak lapar penderita tidak bisa berhenti makan apa yang di suka.




4.     Sindrom makan malam

Penderita gangguan makan ini, akan menunda makan sampai malam hari dan mengatakan kepada diri sendiri bahwa dia sedang diet, ketika dia benar-benar lapar di malam hari   akan banyak makan, tetapi kemudian penderita sulit tidur. Pola ini berulang dan menjadi rutinitas, sebagai hasil dari kebiasaan makan yang tidak seimbang dan tidak sehat, serta akan menambah berat badan yang selanjutnya akan menimbulkan masalah yang lain.

5.     Pica

Orang dengan gangguan ini memiliki keinginan kompulsif untuk makan, menjilat, atau mengunyah hal yang benar-benar tidak layak disebut makanan. Mungkin kita sering mendengar ada orang yang suka mengkonsumsi kapur tulis di sekolah atau juga ada yang suka sekali memakan tisu atau kertas, bisa juga yang lain seperti lem, cat, lilin, sabun, dan lain-lain. Dalam beberapa kasus pica dapat dihubungkan dengan kekurangan mineral tertentu, selain itu penderita pica disertai dengan masalah perkembangan.
Gangguan-gangguan  makan ini terjadi dalam kehidupan manusia dalam konteks biologis, atau karena masalah psikologis dan bisa terjadi karena fenomena perkembangan manusia dan kebiasaan aneh menurut pendapat masyarakat awam di kalangan masyarakat.

6.     Obesitas

Kegemukan atau obesitas adalah suatu kondisi medis berupa kelebihan lemak tubuh yang terakumulasi sedemikian rupa sehingga menimbulkan dampak merugikan bagi kesehatan, yang kemudian menurunkan harapan hidup dan/atau meningkatkan masalah kesehatan.Seseorang dianggap menderita kegemukan (obese) bila indeks massa tubuh (IMT), yaitu ukuran yang diperoleh dari hasil pembagian berat badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam meter, lebih dari 30 kg/m2.
Kegemukan meningkatkan peluang terjadinya berbagai macam penyakit, khususnya penyakitjantung, diabetes tipe 2,apnea tidur obstruktif, kanker tertentu, osteoartritis dan asma. Kegemukan sangat sering disebabkan oleh kombinasi antara asupan energi makanan yang berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, dan kerentanan genetik, meskipun sebagian kecil kasus terutama disebabkan oleh gen, gangguan endokrin, obat-obatan atau penyakit psikiatri. Hanya sedikit bukti yang mendukung pandangan bahwa orang yang gemuk makan sedikit namun berat badannya bertambah karena metabolisme tubuh yang lambat; rata-rata orang gemuk mengeluarkan energi yang lebih besar dibandingkan orang yang kurus karena dibutuhkan energi untuk menjaga massa tubuh yang lebih besar. Pengaturan diet dan aktivitas fisik masih menjadi tata laksana utama kegemukan.
Kualitas asupan dapat diperbaiki dengan mengurangi konsumsi makanan padat energi contohnya makanan yang tinggi lemak dan gula, serta dengan meningkatkan asupan serat. Obat-obatan anti-kegemukan dapat dikonsumsi untuk mengurangi selera makan atau menghambat penyerapan lemak, disertai dengan asupan diet yang tepat. Apabila diet, olahraga, dan obat-obatan belum efektif, maka balon lambung dapat membantu mengurangi berat badan, atau operasi dapat dilakukan untuk mengurangi volume lambung dan/atau panjang usus sehingga dapat memberikan rasa kenyang yang lebih dini dan menurunkan kemampuan penyerapan nutrisi dari makanan.


Kegemukan adalah penyebab kematian yang dapat dicegah paling utama di dunia, dengan prevalensi pada orang dewasa dan anak yang semakin meningkat, sehingga pihak berwenang menganggap kegemukan sebagai salah satu masalah kesehatan masyarakat paling serius pada abad 21. Kegemukan umumnya merupakan stigma di dunia modern (khususnya di Dunia barat), meskipun pada suatu waktu dalam sejarah, kegemukan secara luas dianggap sebagai simbol kekayaan dan kesuburan, dan masih dianggap demikian di beberapa bagian di dunia hingga sekarang.

semoga bermanfaat..

5 komentar:

  1. penyakit gangguan makanan sangat mengerikan,,,
    jadi takut makan banyak2,,,hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. namanya yang berlebihan itu pasti gak baik saif

      Hapus
  2. itu kelainnya aneh-aneh ya...kok bisa gitu ya?
    ada solusinya kan?

    BalasHapus
  3. kok bisa sih sampai makan obat nyamuk gitu... efeknya kan bisa fatal itu mbak..

    BalasHapus
  4. bisa dijelasin gak gimana car menangani setiap penyakitnya dan tipe penanganannya..?

    BalasHapus