Gangguan dalam Makan
.jpg)
Makan
merupakan suatu kebutuhan mahluk hidup. Sebagai sumber energi dan juga
metabolisme tubuh. Dalam kegiatan makan ini ternyata banyak diantara kita yang
mengalami gannguan makan. Jadi pada saat ini kami akan membahas
gangguan-gangguan yang dialami oleh sebagian orang dalam masalah makan. Dalam pembahasan
kali ini kami akan membahas tentang :
Ø Penyatkit Lapar
· Sindroma prader-willi

Individu-individu
yang mengalami sindroma ini akan merasakan rasa lapar yang tak pernah terpuaskan, kurang atau tidak
pernah merasa kenyang dan metabolisme yang luar biasa lamban. Gejala-gejala
fisik dan neurologis yang lazim pada sindroma ini termasuk otot lemah, telapak
tangan dan telapak kaki kecil, keras kepala, kesulitan makan waktu bayi,
tantrum, kompulsifitas dan skin-picking. Bila tidak ditangani, kebanyakan
pasien akan menjadi luar biasa gemuk dan mereka meninggal di masa dewasa awal
akibat diabetes, penyakit jantung atau gangguan terkait obesitas lainnya, sebagian
bahkan meninggal akibat makan dengan rakus sampai perutnya pecah. Informasi
yang didapat menunjukkan tentang faktor-faktor genetik dalam selera makan.
·
Busung
Lapar
1)
anak tidak cukup mendapat makanan bergizi;
2)
anak tidak mendapat asupan gizi yang
memadai dan
3)
anak mungkin menderita Istilah
kwashiorkor sendiri berasal dari bahasa salah satu suku di Afrika yang berarti
"kekurangan kasih sayang ibu".
Tanda yang khas
adalah adanya edema (bengkak) pada seluruh tubuh sehingga tampak gemuk, wajah
anak membulat dan sembab (moon face) terutama pada bagian wajah, bengkak
terutama pada punggung kaki dan bila ditekan akan meninggalkan bekas seperti
lubang, otot mengecil dan menyebabkan lengan atas kurus sehingga ukuran Lingkar
Lengan Atasnya kurang dari 14 cm, timbulnya ruam berwarna merah muda yang
meluas dan berubah warnamenjadi coklat kehitaman dan terkelupas, tidak bernafsu
makan atau kurang, rambutnya menipis berwarna merah seperti rambut jagung dan
mudah dicabut tanpamenimbulkan rasa sakit, sering disertai infeksi, anemia dan
diare, anak menjadi reweldan apatis perut yang membesar juga sering ditemukan
akibat dari timbunan cairan pada rongga perut salah salah gejala kemungkinan
menderita "busung lapar".
Penyebab langsung tersebut bisa dikarenakan
adanya bencana alam, daya beli masyarakat, tingkat pendidikan, kondisi
lingkungan dan pelayanan kesehatan. Cara mendeteksi penderita busung lapar pada
anak yaitu dengan cara menimbang berat badan secara teratur, bila perbandingan
berat badan dengan umurnya dibawah 60% (standar WHO-NCHS) maka anak tersebut
dapat dikatakan terindikasi busung lapar atau dengan cara mengukur tinggi badan
dan Lingkar Lengan Atas (LILA) bila tidak sesuai dengan standar anak yang
normal kurang dari 14 cm (standar WHO-NCHS) waspadai akan terjadi busung lapar.
Dampak runtutan
dari adanya busung lapar berakibatkan pada penurunan tingkat kecerdasan anak,
rabun senja serta rentan terhadap penyakit terutama penyakit infeksi. Menurut
ketentuan WHO bila angka telah mencapai 30 % dinyatakan tinggi dan perlu
tindakan lebih lanjut. Pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan makanan
yang bergizi pada anak berupa sayur mayur, buah-buahan, makanan yang mengandung
karbohidrat (seperti nasi, kentang, jagung), makanan yang mengandung protein
(telur, ikan, daging, dll), kemudian dianjurkan pemberian air susu ibu (ASI)
bagi anak berusia dari 0 bulan sampai dengan 24 bulan.
Semoga
bermanfaat..

mbak ada penyakit yang lain gak? atau cuma 2 itu aja?
BalasHapuswah ngeri juga ya ternyata kita makan aja masih ada penyakitnya..
ternyata cuma karena makan aja penyakitnya bikin ngeri gitu ya mbak...
BalasHapusberarti busung lapar itu bisa juga karena skologi ya.....
BalasHapusmbak ada beberapa kata-kata ilmiah yang gak aq ngerti, jelasin dong....
BalasHapushi, ngeri juga ya penyakitnya, gimana cara nanganinnya mbak
BalasHapusSindroma prader-willi sama obesitas apa bedanya?
BalasHapusbisa dibilang Sindroma prader-willi gak kalau kadang kita makan udah kenyang tapi masih pengen ngemil aja?
BalasHapus