Kalender Saya

Kalender Saya

Kamis, 25 Desember 2014

Penerapan Matematika dalam Islam

Pada saat ini banyak sekali orang yang berpandangan bahwa matematika tidak ada kaitannya dengan agama, dan Islam hanyalah sebuah agama yang tidak kolot dan hanya fokus pada fiqih saja. Namun pada dasarnya Islam telah membahas berbagai ilmu dalam Al-qur’an. Dan dalam pembahasan ini kami akan membahas tentang penerapan matematika dalam Islam


1.     Ilmu Fara’id
Ilmu fara’id adalah ilmu pembagian warisan dalam islam. kata faraid merupakan bentuk jamak dari faraidah, yang artinya semakna dengan mafrudah, yaitu bagian yang telah ditentukan kadarnya. Katafardu sebagai suku kata dari faridah, atau bisa juga di definisikan, sebagai :
عِلْمُ يُعْرَفُ بِهِ مَنْ يَرِثُ وَمَنْ لايَرِثُ وَمِقْدَارُ كُلِّ وَارِثً وَكَيْفِيَّةُ التَّوْزِيْعِ

Artinya :Ilmu untuk mengetahui orang yang berhak menerima pusaka dan orang yang tidak berhak menerima pusaka, serta kadar yang diterima oleh tiap-tiap ahli waris dan cara pembagiannya."
            Dalam ilmu fara’id kita menerapkan berbagai ilmu matematika, diantarnya :
·         Pembagian
·         Pecahan
·         Pembulan
·         Pengurangan
·         Pengalian
·         Aljabar
·         Persamaan
Contoh : penerapan ilmu fara’id
          Seorang wafat meninggalkan

Bagian
Thasis
istri
¼
3/12
ibu
1/6
212
2 saudara pr kandung
2/3
8/12
Tambahkan      = ¼ +1/6 + 2/3            (GSTK 4,6,3  ialah 12)
                        = 3/12 + 2/12 + 8/12 =(3+2+8)/12
                        =13/12             (melebihi harta yang ada)
            Oleh karena itu bagian-bagian istri, ibu, dan 2 saudara perempuan kandung perlu dikurangi dengan kadar yang sesuaian agar tidak merugikan salah satu diantara ahli waris tersebut. Maka dirancangalah kaidah sebagai berikut :
Langkah 1 : darabah setiap bahagian dengan satu nomer
                        3/12 x a = b ,               2/12 x c = d ,               8/12 xe =f
Sarat yang harus dipenuhi b+d+f=1
Langkah 2 : syarat-syarat lain (3/12 – b )(3/12)=(2/12-d)(2/12)
                                                            =(8/12-f)/(8/12)
Persamaan-persamaan ini diselesaikan dan nilai b, d dan f diperoleh dalam bentuk pecahan, yaitu :            b=3/13,            c=2/13,            dan f=8/13
           
            Maka akan dihasilkan  pembagian sebagai berikut :
  

bagian
Tashih
Aul
% penurunan
Istri
¼
3/12
3/13
1.92%
Ibu
1/6
2/12
2/13
1.28%
2 saudara pr kandung
2/3
8/12
8/13
5.13%

Seperti itu kira-kira contoh dari penerapan matematika didalam ilmu fara’id.

2.     Ilmu Hisab/ Falak*
Ilmu hisab biasa juga dikenal dengan ilmu falak, dan Astronomi
Falak ialah tempat beredarnya benda-benda langit, secara populer falak diartika lintasan benda-benda angkasa (langit). Ilmu pengetahuan yang mempelajari lintasan benda-benda langit, seperti matahari, bulan, bintang-bintang, dan benda-benda langit lainnya.
Dalam ilmu hisab/ falak ini ilmu yang diterapkan diantaranya :
·         Satuan ukur
·         Metode analisis
·         Geometris
·         Pembulatan
·         Penambahan
·         Pengurangan
·         Fungsi trigonometri
·         Perbandingan
·         Dan lainnya

*maaf tidak bisa memberikan contohnya karena membutuhkan tabel hisab


          REFERENSI
Departemen Agama RI. Almanak Hisab rukyah. (1981). Jakarta. Badan Hisab dan Rukyah Departemen Agama.
Al-quran
Hidayat,B.A.,(2009). Memahami Dasar-Dasar Ilmu Fara’id (dalam teoris dan praktis).jakarta: Titian Ilmu

5 komentar:

  1. Subhanallah, saya jadi ingat lagi dengan pelajaran ini. saat di pondok dulu saya senang belajar ilmu hisab/ falaq, banyak pengetahuan yang saya dapatkan.

    BalasHapus
  2. Sebelumnya saya tidak pernah belajar tentang ilmu faraid dan hisab. Setelah membaca blog mbak, saya jadi mengerti sedikit tentang ilmu tersebut,,, terima kasih mbak.

    BalasHapus
  3. jadi tahu ternyata islam juga membahas matematika juga ya..

    BalasHapus
  4. wah, banyak juga ya aplikasi ilmu matematika ke dalam kaidah-kaidah islam

    BalasHapus
  5. wah keren, ternyata islam itu punya ilmu yang keren banget ya mbak...tapi jarang yang mau berjuang demi islam kayak para sahabat dulu ya...

    BalasHapus